Upgrading Skill dan Kompetensi pada Bidang PAR oleh LPPM IAI Al-Hikmah Tuban


Pada hari Rabu, tanggal 6 Juli 2022 Lembaga Peneitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Agama Islam Al-Hikmah Tuban mengadakan Upgrading PAR untuk KKN 2022. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB tersebut diikuti oleh segenap dosen IAI Al-Hikmah Tuban yang akan menjadi Dosen Pembimbing Lapangan pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata tahun 2022. Selama lebih dari 4 jam, kegiataan yang dipandu oleh Bapak Moh. Agus Sifa’ SE., MM ini dibuat dengan model penyampaiaan materi oleh Bapak Dr. Mujib Ridwan, MA, dan dilanjut dengan FGD yang dihandle oleh Dr. Muhammad Aziz, S.Th.I., M.H.I.

Kegiatan yang dilaksanakan di AULA lantai 3 gedung A Institut Agama Islam Al-Hikmah Tuban ini secara resmi dibuka oleh Bapak Dr. Muhammad Aziz, S.Th.I., selaku ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dalam pembukaan sambutannya dia mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh LPPM sebelum pelaksanaan kegiatan KKN. Untuk tahun 2022 ini dia berharap, ada banyak tambahan untuk desa desa dampingan yang handle oleh segenap dosen IAI Al-Hikmah Tuban, supaya kampus yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren Al-Hikmah Singgahan ini semakin memiliki peran yang sigifikan dalam bidang pengabdian dan pendampingan di masyarakat. Khususnya pada bidang-bidang pengabdian yang menjadi core keilmuan di kampus IAI Al-Hikmah ini.

Sementara itu, di session selanjutnya, Pak Mujib dalam paparannya menyampaikan tentang paradigma PAR dan kaitannya dengan ilmu-ilmu sosial yang sedang berkembang saat kelahiran metode PAR. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus, lebih khusus lagi kampus-kampus Islam harus memiliki keperpihakan pada upaya menjamin perubahan perdaban manusia menjadi lebih baik, maka dari itu muncullah ilmu PAR (partispatory action riset). Sistem ilmu PAR yang awalnya dikembangkan oleh Kurt Lewin ini mengembangkan ilmu yang harus berpihak kepada manusia marjinal dan mustadhafin, jelas orang yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Al-Hikmah Tuban ini.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan FGD dengan Dosen-Dosen IAI Al-Hikmah Tuban yang hadir pada acara upgrading ini. Diantara issu dan topik yang mengemuka dalam FGD-sharing tersebut adalah terkait Ketika pada suatu kondisi pelaksanaan KKN sudah selesai, akan tetapi masih ada beberapa masalah yang belum dapat diselesaikan oleh peserta KKN. Sebagai alternatif langkah yang dapat ditempuh adalah dengan menindaklanjuti kegiataan pendampingan dan pengabdian pasca KKN yang boleh dilakukan dan difasilitasi oleh DPL atau dosen-dosen lainnya yang memiliki keahlian dibidang tersebut, hal ini dianggap sebagai cara solutif agar kerja-kerja pengabdian yang dirancang dan dirintis saat pelaksaan KKN tidak hilang begitu saja serta menjadi sarana silaturahim antara warga masyarakat yang ditempati KKN dengan pihak kampus IAI Al-Hikmah Tuban.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.