HIMA Prodi HKI Fakultas Syariah IAI Al-Hikmah Tuban adakan Peringati Maulid Nabi SAW & Bedah Buku

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAI Al-Hikmah Tuban mengadakan Bedah Buku yang berjudu: “Maqashid HukumPerkawinan Islam”. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 9 Oktober 2022. Hadir sebagai pembicara pada kegiatan ini penulisnya langsung, yaitu Dr. Holilul Rohman, M.H.I dan sebagai pembandingnya H. HerfinFahri, Lc., M.H.I yang merupakan Dekan Fakultas syariah IAI Al Hikmah Tuban.

Acara yang berlangsung di Aula Kampus IAI Al-HikmahTuban ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Fakultas Syariah IAI Al-Hikmah Tuban dan beberapa perwakilan mahasiswa dari program studi lain yang terdapat di IAI Al-Hikmah Tuban. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh segenap dosen Fakultas Syariah IAI Al-HikmahTuban, Syamsul Arifin, M.H., Hj. FathonahLc., M.Phil (selaku Ketua Prodi HKI Fak. Syariah IAI Al-Hikmah Tuban) dan Dr. Muhammad Aziz (selaku Wakil Dekan Fakultas Syariah IAI Al-Hikmah Tuban).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 09 Oktober 2022 ini berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB.Dengan diawali pembaacaan mahallul qiyam (bacaan salawat Nabi Muhammad SAW) acara diksusi kegiatan ini dimoderatori oleh Sahabat Ah. Qomaruddin (mahasiswa HKI SMT 3 Fakultas Syariah IAI Al-Hikmah Tuban) dan berlangsung sangat gayeng, sehingga banyak peserta yang tertarik pada topic bedah buku tersebut untuk bertanya.

Dalam paparannya, pamateri yang juga Kaprodi HKI Fakultas Syariahdan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya ini menyampaikan banyak hal, khususnya materi yang berkaitan dengan tujuan dari pelaksanaan perkawinan yang sudah ditulis oleh para ulama terdahulu. Intinya maqashid (tujuan-tujuan dilaksanakan) pernikahan harus memenuhi unsur dasar dari maqashid syariah secara umum. Yaitu hifdz al-din, hifdz al-nafs, hifdz al-‘aql, hifdz al-nasl, dan hifdz al-mal. Jika tidak demikian, bisa jadi bentuk-bentuk pernikahan di era kontemporer ini akan kembali seperti era Jahiliyyah. Salah satu contoh hubungan laki-laki dan perempuan yang tidak jauh dari maqashid al-syariah yang diutarakan oleh pemateri, misalnya, mulai ada fenomena pernikahan Friends with Benefits atau disingkat FWB. Bagaiamana dengan hubungan tanpa komitmen jenis FWB, mereka saling memanfaatkan meski tanpa cinta, sehingga merasa ada tanggungjawab. Ini adalah sangat bahaya bagi kehidupan generasi muda dan masyarakat di masa depan.

Ada sekitar 6 penanya dari mahasiswa, salah satu pertanyaan yang muncul dari peserta adalah bagaimana hukum menikahi orang yang mengalami operasi kelamin, sehingga ia sudah berubah dari kelamin asalnya. Tentu saja hukumnya sudah jelas, sebab operasi yang dapat merubah wujud seseorang (taghyir) ini hukumnya haram, terlebih itu berkaitan dengan merubah takdir Allah swt. Maka menikah dengan orang yang hasil dari operasi kelamin, dan keduanya saling mengetahui, itu sama dengan menikah sesama jenis (homoseksual). Dimana hukumnya sudah dijelaskan dalam al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw, merupakan pelanggaran berat terhadap larangan Islam.
Kegiatan ini ditutup dengan MoU antar Prodi HKI IAI Al Hikmah Tuban dan Prodi HKI UIN Sunan Ampel Surabaya. Terima kasih disampaikan kepada para panitia dari HMP HKI Fakultas Syariah atas kerja kerasnya untuk mewujudkan kegiatan ini. Semoga setiap kiat dan usaha kita semua mendapat ridha dari Allah swt dan membawa barakah kepada kita semua.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *