Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan dibidang manajemen dan pengelolaan zakat, pada Kamis, 17 Desember 2020 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Al-Hikmah Tuban melakukan kunjungan studi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tuban. Selain tujuan tersebut, kunjungan ini juga untuk menggali informasi tentang potensi dan kesadaran masyarakat dalam gerakan peduli zakat. Adapun lembaga yang menjadi tujuan kunjungan ini adalah BAZNAS Kab. Tuban, karena lembaga tersebut sudah berkiprah dalam dunia zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) sejak regulasi tentang zakat di Indonesia ini disahkan, demikian munurut Muhammad Aziz selaku pendamping mahasiswa dan Dosen Fakultas Syariah IAI Al-Hikmah Tuban.

Dengan didampingi oleh Dr. Muhammad Aziz, S.ThI., M.H.I, mahasiswa melakukan pendalaman wawasan dan informasi tentang aktifitas BAZNAS Kab. Tuban selama ini. Dalam kesempatan itu diadakan pula forum diskusi dengan 2 narasumber yakni Ibu Nyai Hj. Siti Syarofah dan Bapak Drs. Sujuti A dari unsur Pimpinan BAZNAS Tuban.

Menurut Ibu Syarofah, di Tuban para muzzaki yang berkontribusi besar masih dalam kalangan Aparat Sipil Negara (ASN).  Itupun masih dengan campur tangan pemerintah daerah (Bupati) dengan menerapkan kebijakan bahwa PNS/ASN memotong sebagian gajinya untuk dizakatkan melalui BAZNAS Tuban. Minimnya kesadaran muzzaki di kalangan masyarakat, maka kesadaran zakat dan wakaf menjadi hal penting disosialisasikan. Dengan begitu masyarakat dapat lebih faham tentang pentingan aktivitas filantropi tersebut. Selain melalui intruksi Bupati, penggalangan dana zakat yang sudah dilakukan oleh BAZNAS Tuban adalah melalui lembaga-lembaga di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang secara resmi berjalan di masyarakat Tuban, seperti di lingkungan Masjid, Kawasan Pabrik, dan lingkungan Sekolahan.

Untuk program penyalurannya kepada mustahiq (penerima), BAZNAS Tuban telah membentuk kluster-kluster tertentu sebagai wahana pendistribusian zakat kepada mustahiq, diantaranya dalam bentuk berikut ini:

Pertama, Program BAZNAS Mengurus Dakwah (BUWAH) adalah salah satu program BAZNAS Kabupaten Tuban yang concern terhadap dunia keagamaan, di mana dalam program ini dana Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) diarahkan pada usaha peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam, peningkatan ketersediaan sarana prasarana tempat ibadah/madrasah dan  penguatan syiar Islam. Adapun sub program dari program BUWAH sebagai berikut: (1). Bantuan Syiar Islam (asnaf fi sabilillah / fi sabilil khoir); (2). Tali Asih Penjaga Masjid (asnaf fi sabilillah / fi sabilil khoir); (3). Pusat Pembelajaran Sholat bagi Lansia (PUSANLATSIA); (4). Satgas Remaja Peduli Masjid (SALIM); (5). Pembinaan Muzakki.

Kedua, Program Beasiswa Pendidikan bagi Anak Miskin Potensial (BE-SPESIAL) adalah salah satu program BAZNAS Kabupaten Tuban dalam usaha untuk turut serta membantu Pemerintah dalam memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Adapun sub program dari program BE-SPESIAL sebagai berikut; (1). Beasiswa bagi siswa miskin berprestasi tingkat SD/MI; (2). Beasiswa bagi siswa miskin berprestasi tingkat SLTP/SLTA; (3). Beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi; (4). Bantuan penanganan siswa rawan putus sekolah; (5). Bantuan pendidikan bagi siswa-siswi dari keluarga miskin.

Ketiga,Program Bantuan bagi Masyarakat Miskin Produktif (BANMASPRO) merupakan jawaban dari amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Sesuai dengan Pasal 27 ayat 1 bahwa “Zakat dapat didayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat”. Namun, hal ini kemudian diberi batasan sesuai dengan yang termaktub dalam pasal yang sama ayat 2 bahwa pendayagunaan dana zakat pada sektor produktif apabila kebutuhan dasar mustahik telah terpenuhi. Adapun sub program dari program BANMASPRO sebagai berikut: (1). Poor Social Development (PSD) / Zakat Community Development (ZCD); (2). Pembayaran Jasa bagi pinjaman tanpa bunga; (3). Bantuan peningkatan produktivitas masyarakat miskin.

Keempat, Program Sehat Bersama Kerabat (SAHABAT) adalah salah satu program BAZNAS Kabupaten Tuban yang turut serta memberikan jaminan kesehatan bagi fakir-miskin di Kabupaten Tuban. Adapun sub program dari program SAHABAT sebagai berikut: (1). Bantuan kepada dhuafa sakit sedang; (2). Bantuan kepada dhuafa sakit berat; (3). Santunan bagi Penunggu Dhuafa Sakit; (4). Apotik Jamaah; (5). Bantuan kaki-tangan palsu.

Kelima, Program Santunan Fakir-Miskin dan Yatim-Piatu (SAMIKTU) adalah salah satu program BAZNAS Kabupaten Tuban dalam usaha meringankan beban, bahkan sebisa mungkin membahagiakan warga fakir, miskin, yatim dan piatu di Kabupaten Tuban. Adapun sub program dari program SAMIKTU: (1). Santunan Fakir-Miskin dan Yatim-Piatu dalam Acara Safari Ramadhan; (2). Santunan Fakir-Miskin dan Yatim-Piatu di Luar Acara Safari Ramadhan; (3). Santunan Konsumtif bagi Fakir di Kabupaten Tuban; (4). Santunan bagi Ibnu Sabil; (5). Penyaluran zakat fitrah.

Keenam, Program Bantuan Rehabilitasi Rumah Warga Miskin (BERTUWAH) adalah salah satu program BAZNAS Kabupaten Tuban yang turut serta memberikan kenyamanan tempat tinggal bagi utamanya fakir-miskin di Kabupaten Tuban. Seperti yang ditemukan di lapangan bahwa masih banyak warga fakir-miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni. 

Ketujuh, Bantuan Cepat Taggap (BANCAP) adalah salah satu program BAZNAS Kabupaten Tuban yang berusaha membantu meringankan beban para korban bencana, baik itu banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran dan seterusnya. Adapun sub program dari program BANCAP sebagai berikut: (1). Santunan kepada korban bencana di Kabupaten Tuban; (2). Bantuan rehabilitasi rumah terdampak bencana. Demikian kira-kira paparan yang disampaikan oleh Hj Syarofah dan Drs. H. Sujuti dalam diskusi dan FGD yang dengan kontingen mahasiswa Fakultas Syariah IAI Al-Hikmah Tuban di ruang pertemuan Kantor BAZNAS Tuban, mulai pukul 10.00 – 12.00 WIIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *